ores
  • about
  • contact
  • sitemap

Siapa Yang Salah ?

26 July 2018

Jika ada sebuah kejadian yang membuat sebuah kondisi yang awalnya kondusif berubah menjadi berseberangan, dan itu melibatkan dua atau beberapa pihak, maka sering terlontar pertanyaan “Siapa yang salah ?”. Dan itu sepertinya menjadi sesuatu yang wajar. Mencari sebuah celah kesalahan tanpa mencari apa yang benar atau apa yang seharusnya dilakukan.

Tidak bisa dipungkiri memang seperti itulah yang kerap terjadi. Masing – masing pihak akan ngotot bahkan ada yang sampai bertikai dan terjadi pertumpahan iler darah untuk merebutkan titel “pihak yang benar”.

siapa yang salah
Contoh yang kerap saya lihat ketika masih menjadi ali topan anak jalanan berangkat pagi pulang malam demi sebongkah berlian. Ketika ada dua kendaraan katakanlah dua motor yang senggolan maka ramailah mereka dipinggir jalan, atau kalo sedang mujur akan terjadi aksi kejar – kejaran yang berujung pisuh – pisuhan seperti asu bajingan celeng dan koalisinya akan terlontar. Sungguh seru sebenarnya.

Nah, kemudian yang menjadi pertanyaan, apakah masalah akan selesai atau setidaknya ada titik temu, solusi yang baik atau minimal suasana dingin ?

Saya rasa kalau kejadiannya sedemikian rupa ya jawabanya belum ada atau tidak ada atau ekstrimnya mustahil ada.

Ok skip, biarin aja yang sedang gontok – gontokan rebutan kekuasaan, saling sindir saling menjatuhkan saling berlomba mencari kejelekan, kekurangan, aib dan lain sebagainya. Menghalalkan segala cara agar bisa menduduki posisi puncak dari sebuah kekuasaan.

Suatu hari yang jenuh saya mencoba mencari sesuatu yang tidak menjenuhkan. Sebut saja kegiatan saya itu dengan istilah onlen. Sebuah kegiatan dimana mulut saya berbusa diam, mata naik turun, hidung megar mingkup, sariawan, tenggorokan sakit, susah buang air besar, upil mengeras, jari  jemari mengetikkan kata dan akhirnya saya menemukan sesuatu yang saya rasa bermanfaat. Sesuatu yang mungkin dan semoga bisa dipahami betul dan diamalkan oleh banyak manusia berakal yang mampu dan mau menggunakan akalnya agar pencarian siapa yang salah tadi bisa diminimalisir.

Intisari yang saya dapatkan adalah, jika prioritas yang mereka (pihak yang berbeda argument) cari adalah bagaimana yang benar bukan siapa yang salah, inshaAllah masalah akan surut dan akik akar dari masalah akan kelihatan sehingga bisa dicari solusinya. Masing – masing pihak menahan diri, duduk bersama sambil ngopi dalam suasana dingin maka sesi gontok – gontokan bisa diminimalisir. Hemat tenaga dengan sedikit biaya tambahan untuk beli kopi hahaha …

Kemudian darimana saya mendapat sebuah rahasia untuk tidak mencari siapa yang salah namun mencari apa yang benar ? jawabannya adalah dari acara sinau bareng cak nun

COMMENTS

  1. 7-26-2018 11:01 pm
    Menik

    *nyeduh kopi*

Leave a Reply