ores
  • about
  • contact
  • sitemap

Melanggar Prosedur

25 July 2018

Di gang – gang kecil yang kumuh, disela keranjang  sampah reyot  yang dijejali dengan berbagai kebusukan kebusukan, dan di antara jeda waktu antara dilahirkan dan dikuburkan. Disela – sela kemumetan saya memikirkan prosedur yang terkeren untuk memecahkan sebuah persoalan dari pekerjaan saya, saya memilih untuk rehat sejenak sembari menikmati secangkir kopi daripada saya melanggar prosedur atau mengabaikan prosedur itu. Sekedar menurunkan clock tensi kerja processor otak, saya mencoba mengalihkan perhatian dari kerjaan ke alam bawah sadar hal lain yang masih bisa terjangkau oleh daya otak saya.

melanggar prosedur
Titik kecil yang sempat membuat saya 75% galau dan 25% gundah adalah tentang prosedur. Mengapa harus ada prosedur ? karena kebanyakan orang  saya menilai bahwa prosedur dibuat hanya untuk mempersulit keadaan dan memperlama proses.

Namun saya sadar, tanpa prosedur maka sesuatu tidak akan selesai dengan optimal, akan meninggalkan kegaduhan kecil di hati dan mungkin sedikit frustasi atau jijik. Jadi saya memilih sedikit banyak mengikuti prosedur yang berlaku walau banyak kesempatan untuk mengingkari prosedur yang berlaku.

Tapi jangan anggap saya adalah orang yang selalu taat mengikuti sebuah prosedur. Banyak hal yang pernah saya lakukan dan mungkin sering saya lakukan tanpa mengikuti prosedur yang ada.

Contoh yang sering saya langgar adalah ketika saya memasak mie instant. Sudah jelas prosedur dan tata cara memasak tertulis dengan rapi dan didesain sedemikian cantiknya. Namun saya langgar bahkan tidak saya baca. Bayangkan betapa hancurnya perasaan desainer yang mungkin tidak tidur berhari – hari hanya untuk mendesain letak prosedur masak mie instant yang baik dan benar dikemasan mie instant itu agar pas tanpa mengurangi estetika juga nilai jual dari mie instant itu sendiri. Dan ketika sudah jadi kemudian sudah dicetak, banyak orang yang mengabaikan, terutama saya sendiri. Itu seperti ketika tanggal tua melanda terus gaji anda sudah ditransfer tapi ATM kosong semua, jadi anda tidak bisa menarik cash, terlalu.

Disisi lain, saya berusaha untuk selalu mengikuti prosedur yang berlaku walaupun banyak kendala yang membuat saya ngelus dada sendiri karena bahaya besar jika ngelus dada harimau yang tiga hari belum makan. Pernah suatu ketika saya ngurus sertifikat tanah di dinas terkait. Mau tidak mau saya harus bolak dan balik kesana kemari ke kantor ini kantor itu guna memenuhi dokumen yang diperlukan. Sebenarnya gampang sih, jika saya tidak mau repot, tinggal ke notaris minta tolong diurus, bayar dan beres. Saya aja yang pelit gak mau bayar notaris malah milih ngurus sendiri.

Dalam kerja, saya juga harus membuat prosedur – prosedur untuk memudahkan proses kerja saya. Dengan prosedur – prosedur itu saya tidak perlu mengetik hal yang sama secara berulang – ulang. Dan aplikasi yang saya buat tidak pernah protes untuk melakukan prosedur itu. Jadi kenapa saya sering protes kepada sebuah prosedur ?

Tapi setelah saya pikir secara baik dan benar, prosedur itu sejatinya untuk memudahkan dan melancarkan sebuah proses. Jika kita taati dan penuhi semua variable yang dibutuhkan maka tidak akan ada kendala. Walau perlu dicatat dan diingat bahwa proses itu membutuhkan waktu. Jadi hasil yang diperoleh terkadang tidak seperti ekspektasi.

Jadi, anda memilih untuk mengikuti prosedur atau sluman slumun yang penting slamet dengan cara melanggar prosedur ?

COMMENTS

Leave a Reply